BeritaDaerah

Operasi SAR Bukit Nosu Ditutup, Warga Mamasa Ditemukan Meninggal Dunia

473
×

Operasi SAR Bukit Nosu Ditutup, Warga Mamasa Ditemukan Meninggal Dunia

Share this article

MafiaNews.id | Mamasa – Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju resmi menutup Operasi SAR terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Hutan Nosu, Desa Parinding, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Sabtu (14/02/2026).

Korban diketahui bernama P. Mayung (75), yang sebelumnya dilaporkan hilang di area perbukitan tersebut. Pada hari kedua pelaksanaan operasi (H.2), sekitar pukul 12.33 WITA, korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan kurang lebih tiga kilometer dari titik terakhir ia terlihat, tepatnya pada koordinat 3°5’24.00”S – 119°27’20.00”E.

Selanjutnya, pada pukul 13.12 WITA, Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pencarian dan setelah korban berhasil ditemukan, pada pukul 16.00 WITA Operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, di antaranya Tim Rescue Kansar Mamuju, TRC BPBD Kabupaten Mamasa, Babinsa Kodim 1428 Mamasa, Bhabinkamtibmas Polsek Pana, KPA Quarles, aparat desa, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah peralatan utama, seperti satu unit truk personel, satu unit kendaraan D-Max double cabin, satu unit motor trail, satu unit drone thermal, serta peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah berawan dengan arah angin dari timur hingga barat laut berkecepatan 1–20 km/jam, sehingga mendukung kelancaran operasi.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perbukitan maupun hutan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi yang membahayakan jiwa manusia. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=6DvSpdgWc4TDIGrv5S-QzFT0oIcizTcSM5HZpI5dRSI