MafiaNews.id | Polman – Sebanyak 29 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam dua pekan terakhir. Penutupan dilakukan secara bertahap karena sejumlah dapur belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Pada tahap pertama, BGN menghentikan operasional 13 dapur MBG. Selanjutnya, pada tahap kedua, sebanyak 16 dapur kembali ditutup. Seluruh dapur tersebut merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kecamatan di Polewali Mandar.
Kebijakan penutupan ini mengacu pada Surat Edaran BGN Nomor 1210/D.TWS/03/2026 tentang Penutupan Operasional Sementara, serta surat lanjutan Nomor 1347/D.TWS/04/2026.
Berdasarkan isi surat tersebut, penutupan dilakukan karena sejumlah dapur belum melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, beberapa dapur juga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.
Koordinator Wilayah BGN Polewali Mandar, Muhammad Firman Jaelani, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG.
“Penutupan ini dilakukan agar seluruh mitra MBG dapat menjalankan program sesuai standar, menjaga kualitas, serta mengikuti seluruh aturan dan SOP yang berlaku,” ujarnya.
Adapun dapur MBG yang ditutup pada tahap pertama antara lain SPPG Takatidung 1, SPPG Takatidung 3, SPPG Balanipa Galung Tuluk, SPPG Matakali Pasiang, SPPG Tinambung, SPPG Balanipa Pambusuang, SPPG Campalagian Parappe, SPPG Laliko, SPPG Luyo Mapilli Barat 2, SPPG Tutar Taramanu, SPPG Anreapi Duampanua, dan SPPG Limboro.
Sementara itu, pada tahap kedua, dapur yang ditutup meliputi SPPG Matakali, SPPG Patampanua, SPPG Madatte, SPPG Campalagian Kenje, SPPG Campalagian Parappe I, SPPG Alu Petoosang, SPPG Campalagian Bonde, SPPG Luyo Mapilli Barat, SPPG Tinambung 2, SPPG Campalagian Pappang 1, SPPG Tapango Palitakan, SPPG Campalagian Pappang 2, SPPG Balanipa Sabang Subik, SPPG Balanipa, SPPG Luyo Puccadi, SPPG Lagi Agi, dan SPPG Bulo Pulliwa.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan dapur-dapur tersebut dapat kembali beroperasi. Namun, BGN menegaskan operasional baru bisa dilanjutkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi, termasuk kepemilikan SLHS dan penyediaan IPAL sesuai standar.












