MafiaNews.id -Polman – Pernyataan bahwa kondisi BBM di Polewali Mandar (Polman) “aman” dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Masyarakat masih menghadapi kelangkaan, antrean panjang di SPBU, hingga lonjakan harga BBM di tingkat pengecer yang mencapai Rp30.000 per liter, Rabu, 1 April 2026.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait validitas data yang dijadikan dasar oleh pihak terkait dalam menyatakan situasi aman. Pasalnya, indikator keamanan seharusnya tidak hanya dilihat dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam memperoleh BBM dengan harga yang wajar.
Aliansi Pemuda Pelajar Mahasiswa (APPM) Polman Kota Parepare menilai kondisi ini tidak bisa dianggap normal. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait untuk lebih jujur serta terbuka dalam menyampaikan kondisi riil di lapangan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua Umum APPM Polman Kota Parepare, Muhammad Amin Hasman Kausu, menyampaikan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Ia menegaskan bahwa situasi ini mencerminkan kegagalan dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan menenangkan publik dengan narasi yang tidak sesuai fakta. Masyarakat hari ini antre berjam-jam, bahkan terpaksa membeli BBM dengan harga yang sangat mahal. Ini bukan kondisi aman, ini krisis nyata. Pemerintah daerah harus berhenti mencari alasan dan segera menghadirkan solusi konkret,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lambannya penanganan krisis yang dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan distribusi BBM di daerah.
“Jika pemerintah tidak mampu mengendalikan distribusi, maka wajar jika kepercayaan masyarakat terus menurun. Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban dari ketidakmampuan sistem,” lanjutnya.
Lonjakan harga BBM di tingkat pengecer disebut menjadi indikator kuat adanya kelangkaan. Dalam kondisi pasokan terbatas dan permintaan tinggi, harga secara alami akan meningkat. Namun, dampak terbesar justru dirasakan oleh masyarakat kecil yang terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui momentum ini, APPM Polman Kota Parepare mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk segera mengambil langkah cepat, terukur, dan transparan. Di antaranya dengan memastikan distribusi BBM berjalan lancar, menambah pasokan, serta menindak tegas praktik penyimpangan di lapangan.
APPM menegaskan, krisis BBM yang terjadi saat ini bukan hanya soal kelangkaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat. Jika tidak segera ditangani secara serius, dampaknya dikhawatirkan akan semakin meluas.
Mereka pun menekankan bahwa pernyataan “aman” seharusnya tidak sekadar menjadi retorika, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kondisi nyata yang dirasakan oleh seluruh masyarakat. Rls












