MafiaNews.id | Polewali Mandar – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Polewali Mandar kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini diduga dipicu oleh praktik pelansiran yang tidak terkendali di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di wilayah Kecamatan Binuang.
Dugaan tersebut mencuat setelah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BAPAN-AI (Badan Penelitian Aset Negara – Aliansi Indonesia) mengaku telah mengantongi bukti berupa rekaman video aktivitas pelansiran BBM subsidi.
Ketua LSM BAPAN-AI, Alimuddin HR, mengungkapkan bahwa pihaknya menyaksikan langsung aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken secara berulang oleh sejumlah orang di salah satu SPBU di Binuang.
“Kami sempat merekam aktivitas pelansiran BBM subsidi yang kemudian diduga ditampung ke tempat tertentu. Ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pelansiran diduga dilakukan tidak jauh dari lokasi SPBU, karena kendaraan yang digunakan terlihat berulang kali kembali untuk mengisi BBM.
“Pelansir menggunakan jeriken dan diduga lokasi penampungannya tidak jauh dari SPBU. Kendaraan mereka tidak lama kemudian kembali lagi untuk mengisi. Kami punya foto dan bukti video,” tegasnya.
Alimuddin menjelaskan, pengamatan tersebut dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Saat itu, ia hendak mengisi BBM jenis premium, namun mendapat informasi dari petugas SPBU di Sarampu bahwa stok sedang kosong.
“Pada saat yang sama, pelansir justru terlihat bolak-balik membawa jeriken untuk diisi, sementara kendaraan masyarakat tidak dilayani,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini sangat janggal dan berpotensi merugikan masyarakat, terutama pengguna kendaraan umum yang bergantung pada BBM subsidi.
Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang warga yang mengaku pernah melihat aktivitas pelansiran. Ia menyebut BBM yang diisi menggunakan jeriken diduga dikumpulkan dan dipindahkan ke kendaraan lain.
“Saya pernah lihat ada mobil tangki berwarna biru yang diduga menampung BBM dari hasil pelansiran menggunakan sepeda motor,” tuturnya.
Atas temuan tersebut, Alimuddin menegaskan pihaknya akan segera melaporkan dugaan praktik pelansiran ini ke pihak berwenang.
“Kami akan melaporkan dugaan praktik pelansiran BBM subsidi ini ke kementerian terkait dan juga ke Mabes Polri agar segera dilakukan penyelidikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait terkait kebenaran informasi tersebut.
Masyarakat pun berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
(Irwandi)












